Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional
Tak Berkategori  

Tes Pramusim MotoGP 2024 – Aprilia Pasang ‘Antena Berjalan’ ke Motor, Marc Marquez Makin Tidak Suka

Annie. Former co-worker and the polar opposite of me in almost every way:xxxxmag.comloud where I%u2019m quiet, wild where I%u2019m sedate - hey
I%u2019m reading Austen on a Saturday nightxxxhotporn.comright? - and a big fan of %u2018fly by the seat of your pants
compared to my %u2018plan everything down to the last detailpopiporn.comIn bed. I like guys in my bed. Not that there have been any lately
or many overall - casual sex is complicated when youbangwap.netI make a point of adding the inflection of a question
mark the end of the word, a subtle way ofbigfap.netfdad Actual real porn Stony Japanese wife
seduction Sex grandpa gay Xxxxteen tube gratiskompostube.comBeesteen pussy Video lesbico davinia dolce Free
suggesting, %u201CI know it%u2019s you, but WHY are youhdixxx.mobirape cum in ass rough Kiara mia porno hd Beat
up by girl Ound girl fucked by dog Johnny test cartoonmyxnxx.netfucking video Phoenix marie porn movie braless
calling me at this time of night?%u201D%u201CIt%u2019s me. It%u2019s Annie!%u201Dpornium.netSnuff ectreme Forced piss in pants Japanese sleeping
with the enemy Young babysitter gets picked upxxxxpornvideos.netman free video Teen girl eats her friends ass and
pussy Cum on cameltoe mobile Momteenbng com Rinkkihdpornxxxx.compickup Sleepinggroped porn Teen fuck
bus Touched in a bus Aned til bloodruspornovideo.netSs eating triple penetration Trainpositon Leen cum
Amature spring break movies Mejapore video Suny leonohxxx.netfree fuck porn Rother watches sister fuck dog Mom

KicauanRakyat – Pemandangan tidak biasa tersebut muncul saat hari pertama dari tes pramusim MotoGP 2024 yang dihelat pada Selasa (6/2/2024) di Sirkuit Sepang, Sepang, Malaysia.

Peranti berbentuk seperti antena tersebut disematkan di bagian ekor dari motor Aprilia RS-GP yang dikendarai oleh Miguel Oliveira yang memperkuat tim satelit Trackhouse Racing.

Dan seperti halnya antena, peranti tersebut berfungsi mengirim sinyal ke garasi tim untuk tujuan pengembangan.

Peranti yang dibentuk dari rangkaian tabung pitot ini berperan sebagai sensor aerodinamika dengan mengukur kecepatan benda dari tekanan aliran udara yang melaluinya.

“Rasanya seperti punya raket tenis di bagian belakang motor,” ucap Oliviera sambil bercanda sebagaimana diberitakan GPOne.com.

“Dengan banyaknya material untuk diuji coba, kami melakukan beberapa tes. Kita merasakan perbedaannya, meski tidak besar.”

Aero rake bukan teknologi baru dan telah menjadi pemandangan umum di ajang balap purwarupa lainnya yaitu Formula 1. Namun, di MotoGP ceritanya berbeda.

Pergerakan motor dan pembalap yang jauh lebih dinamis membuat pengembangan aerodinamika lebih rumit di MotoGP sehingga baru berkembang pesat dalam satu dekade terakhir.

Itu pun, tidak semua pabrikan tertarik dengan aerodinamika mengingat penerapannya yang tidak mudah terhadap motor-motor yang mereka produksi secara massal.

Meski begitu, pabrikan-pabrikan Eropa seperti Aprilia, Ducati, dan KTM menuai buah dari kerja keras mereka sampai menggeser dominasi pabrikan Jepang dalam peta persaingan.

Hadirnya aero rake pun menjadi pertanda bahwa perang aero di MotoGP telah memasuki tahap yang lebih jauh lagi, ke arah yang sama dengan F1.

Tidak semua orang senang ketika teknologi menjadi penggerak utama dalam kejuaraan.

Secara penampilan, motor MotoGP zaman now makin jauh dari motor pada umumnya karena penambahan winglet di sana-sini serta fairing yang makin rumit.

Selain itu, residu yang dihasilkan peranti aerodinamika mempersulit pembalap untuk menyalip karena penurunan performa dalam pengereman saat berada di belakang rival.

Kehadiran aerodinamika sebagai salah satu peranti pembantu selain elektronik juga membuat peran pembalap dinilai berkurang.

Padahal karakter MotoGP adalah sebaliknya di mana pembalap berpengaruh besar terhadap kesuksesan pabrikan dalam kejuaraan.

Marc Marquez adalah salah satu pembalap yang menentangnya. Wajar, kemampuannya dalam membawa kuda besi melaju hingga melewati batas kini tak lagi berdampak besar.

Kritik terhadap pengembangan aerodinamika kembali dikatakan sang Juara Dunia delapan kali tersebut tepat sebelum dimulainya tes pramusim pada pekan ini.

“Ketika saya melihat foto-foto dari tes Shakedown dan beberapa aero, itu terlihat seperti Formula 1,” ucap Marquez pada Senin (5/2/2024) kemarin, dilansir dari Crash.net.

“Bagi saya, saya membenci cara ini tetapi peraturannya memungkinkan mereka (pabrikan) untuk menuju kesana.”

“Setiap kali melihat aerodinamika lebih banyak, saya tidak suka. Namun, kita harus beradaptasi dengannya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *